Uang Kertas Mahal RI Perlu Pindah ke Uang Plastik

JAKARTA - Masyarakat Indonesia perlu berpindah dari uang kertas ke uang plastik (e-money). Hal ini disebabkan karena uang kertas, dinilai tidak efisien, mahal dan juga tidak gampang disimpan. "Uang kertas itu terlalu mahal pembuatannya, susah menyimpannya, dan enggak efisien. Bayangkan kita harus mengirimkan uang beratus-ratus miliar ke Papua kalau sedang ada rusuh di Freeport, harus pakai helikopter ngirimnya, kalau sudah pakai e-money, praktis," ungkap Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia Budi Gunadi Sadikin di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (4/6). Budi menyebut, dengan berdasar pada alasan ini, masyarakat perlu berpindah ke e-money (uang plastik) seperti kartu debet, prabayar dan kartu kredit. Namun, Budi juga mengakui, bahwa pengembangan dan penyatuan sistem pembayaran Indonesia yang tertuang dalam National Payment Gateway (NPG) masih mengalami beberapa kendala. "E-money itu harus inklusif, artinya semua harus include, bisa digunakan di semua, kartu e-toll Mandiri seharusnya juga bisa digunakan di Flazz-nya BCA, sekarang belum karena uang kertas kan juga gitu. Uang kertas bisa digunakan oleh orang kaya dan miskin," tambah direktur ritel Mandiri tersebut. Selain itu, pengembangan NPG di Indonesia masih terkendala masalah principle dan perusahaan switching yang belum menemukan titik temu antara regulator (Bank Indonesia) dan industri. dtc

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »